Amirul Mukminin Taradhdhu anhu
Sejak kecil saya ikutan tarawih di masjid depan rumah saya : Raudhatul Falah. Dua puluh rakaat, dikerjakan dua rakaat dua rakaat.
Uniknya di setiap kelipatan empat rakaat, dijeda dengan bacaan bait-bait syair indah. Lalu diakhiri dengan taradhdhi secara berjamaah.
Taradhdhi?
Mengucapkan Radhiyallahu Anhu secara berjamaah kepada empat shahabat mulia. Masing-masing adalah Abu Bakar, lalu Umar, Utsman dan Ali.
Taradhdhi ini rupanya bisa menghitung jumlah rakaat tarawih kita. Kalau baru empat rakaat, baru shalawat kepada Nabi SAW.
Kalau sudah disebut Abu Bakar, berarti sudah delapan rakaat. Kalau sudah sampai Umar, berarti sudah 12 rakaat. Sampai Utsman berarti 16 rakaat. Dan kalau sampai Ali berarti sudah 20 rakaat.
Nah inilah masa terindah, kalau sudah sampai periode Ali. Karena tinggal mengerjakan dua rakaat witir plus satu rakaat.
. . .
Amirul mukminina sayyidina Aliyyibni Abi Thalib . . . Radyiyallahuanh, wa nafa'ana fiddini wad-duniya wal akhirah
. . .
اللهم إنا نعوذ برضاك من سخطك
وبمعافاتك من عقوبتك
ونعوذ بك منك لا نحصي ثناءا عليك
أنت كما أثنيت على نفسك
Sumber FB Ustadz : Ahmad Sarwat
29 April 2021